Pengalaman buruk yang dibuat cerita pendek,selamat membaca!
Copet !
Bel sekolah berbunyi tanda berakhirnya pelajaran pada hari itu.Aku pun merapikan buku-bukuku dan alat tulis kedalam tas,dan bergegas keluar dari pintu kelas setelah guru keluar.
“Hari ini aku pulang dengan siapa ya?”,pikirku dalam hati.
Aku pun menghampiri temanku yang biasanya jalan pulang bersama sepulang sekolah.
“sherly ,pulang sendiri atau dijemput?” aku bertanya pada temanku.
“aku ikut Santri naik motornya sampe depan!” jawab Sherly.
“gitu ya? Yahh jalan sendiri deh” ujarku kecewa.
“maaf ya,besok aja pulang bareng nya”,kata Sherly.
Hari ini hari Jumat,maka jam pulangnya lebih cepat dari hari-hari lainnya.Karena pulang siang ,ibuku tidak sempat menjemputku karena masih sibuk bekerja dikantornya.Dengan panasnya terik matahari aku berjalan sampai kedepan lorong untuk naik angkot.Sebenarnya jarak rumahku dengan sekolahku dekat jika menggunakan kendaraan,kalau pulang sendiri rasanya sangat jauh karena lorong dari sekolah kejalan raya lumayan jauh belum lagi jarak lorong ke rumahku.
Sangat membosankan pulang berjalan sendiri,tidak ada yang bisa diajak ngobrol,agar tidak merasa bosan aku mengeluarkan hp ku dan membuka ebuddy untuk chatting.Kebetulan sedang banyak yang online,jadi seru sehingga tidak terasa sudah berada didepan jalan.Aku pun masuk ke angkot masih seru dengan hp-ku.Setelah sampai didepan lorong saya meminta supir untuk berhenti dan langsung membayar ongkosnya.
Setelah turun,aku berjalan sambil memegang hp ,rasanya tanggung kalau harus memutuskan pembicaraan di ebuddy .Tanpa disadari ada sebuah motor yang berhenti tepat disampingku.Ada dua orang laki-laki yang ada dimotor tersebut dan tidak kukenal .salah satu orang itu berkata “dek,boleh pinjem hp nya buat sms?”.Langsung saja aku pinjamkan hp ku pada orang itu.Aku hanya berdiri disamping motornya.Tiba-tiba saja orang yang didepannya berkata “sudah selesai?” dan orang yang satunya menjawab “sudah!”.Dan mereka langsung pergi meninggalkanku dan membawa hp ku pergi,aku hanya diam saja,baru sadar setelah orang itu menjauh.Aku ingin berteriak tetapi rasanya percuma karena tidak ada seorangpun disana.Aku berlari sampai kerumah lalu menangis sejadi-jadinya.Padahal hp itu baru beberapa bulan kupakai.Rasanya menyesal,coba saja kalau aku tidak mengeluarkan hp ku ketika dijalan,yang hanya akan mengunadang orang untuk berbuat jahat.Tapi nasi sudah menjadi bubur,aku hanya bisa pasrah dan bingung harus bagaimana memberitahu ibuku.Suatu pelajaran bagiku untuk berhati-hati dan tidak langsung percaya dengan orang yang tidak kita kenal.Memang banyak kejadian seperti itu sekarang dengan berbagai cara.Aku tidak menyangka bila kejadian itu terjadi padaku,yang biasa kulihat hanya dari berita di tv.
Sore hari,ibuku baru saja pulang dari bekerja.Sepertinya ibuku sangat lelah.Aku tak tega memberitahunya,apalagi ibu sudah capek bekerja dan pulangnya harus mendengar berita yang buruk.Aku sudah dapat membayangan bagaimana reaksinya bila kuberitahu.Akupun ragu memberitahunya,tapi dengan berani dan merasa bersalah akupun memberitahunya.Benar saja seperti apa yang kubayangkan.Ibuku sangat marah dan mengomeliku panjang lebar.Aku hanya mendengarkan tanpa membantah,toh memang ini salahku .Aku memang ceroboh,aku tidak akan mengulangnya lagi.





